Menyapa diri sendiri

Selamat datang di tulisan pertama saya untuk tantangan menulis #30DWC. Dalam 30 hari kedepan saya akan banyak mengupload banyak tulisan di blog ini sebagai wahana latihan menulis. Sejatinya, menulis adalah sesuatu yang perlu dilatih. Dan satu-satunya cara untuk bisa menulis adalah dengan menulis itu sendiri. So, dukung saya untuk berlatih. Karena tidak ada kata henti [...]

Pulanglah

Adakah langkah jejak itu Terkulai meninggalkan jejas pilu Yang kau berikan dengan tatap sembilu Adalah caramu memujaku yang menunggu? Kutahu ragamu tidak tercipta oleh baja Ataupun dalam darahmu bukanlah titisan raja Tapi apa daya Perempuan ini hanya ingin merekah senja Tak lain denganmu saja Pulanglah Kemana rindu sejatinya harus kau letakkan Mungkin di tangan Tuhan [...]

Elegi Dokter Muda

Pagi itu saya terbangun sangat pagi, saya terbangun dengan perasaan yang tidak sama seperti biasanya. Rasanya seperti ada tumpukan bunga-bunga bermekaran di dada (eits bukan jatuh cinta loh wkwk). Hanya saja hari itu 18 januari 2018, satu beban telah enyah untuk beberapa saat. Dan saya mengizinkan jiwa saya untuk merayakan hari tersebut. Ya, mereka menyebutnya [...]

Pada damai yang memanggil

Lembaran ini kembali berdebu. Bukan karena saya tidak mampu mencumbui literasi. Ujung-ujung jari masih sama tergelitik untuk bercerita tentang nelangsa yang dimangsa oleh alam pikiran saya pada minggu-minggu terakhir ini. Damai. Salah satu dari banyak kesalahan dalam mengartikan damai adalah ketika saya menyamaartikan damai sebagai bentuk sunyi dan senyap. Beberapa sahabat memilih untuk berteman sunyi [...]

Perempuan yang kau sebut

Aku mendengar Ia telah menisankan ambisi di atas petak-petak tanah, Jauh sebelum kau menyebut namanya ia menutup tirai rapat-rapat, tanpa celah, namun selongsong cahaya terburu-buru menyerbu tersambut oleh binar matanya Perempuan itu membakarnya tak bersisa menjadi debu, di atas sembilu walau tak lagi sebentar, namamu kudengar hadir di sudut bibirnya sembari menghadiahkan sebagian, hingga seluruh [...]

Obituari Jarak

Petang ini tidak lekas berpulang Sedangkan ingatan semakin pandai merapal namamu Katamu, kau sedang singgah, sebentar saja agar jenuhku belajar membunuh dirinya selalu bertengger harapan darimu yang menjanjikan genggaman apakah kelak abadi dalam sangkar atau menjadi misteri yang tak berakar lagi lagi kau datang, menghadiahkan gurauan agar aku belajar tentang jarak, di waktu tulangku dipatahkan [...]