Sepi yang kau hibahkan

Jika tak lagi sampai, jejak yang kualamatkan pada sebuah tujuan.Maka tinggal pahit ini yang kunamai dendam. Seringkali sunyi menyelamatkanku. Dari bala tentara keramaian yang menggusarkan dan mengakhiri sepi yang kutunggu-tunggu. Kau kutunggu.  Andai sunyi bisa kujangkau dengan sesuka hati, mungkin hati ini bisa beristirahat, bersama sepi yang kau hibahkan Selamanya.  Iin Fadhilah Makassar, 26 Februari 2017

Kekalahan yang engkau rayakan

Lagi, kita memilih titian yang berbeda dan saling menerka di penghujung.  Setidaknya keduanya membaikkan, karena diantara hal yang baik dan tenang ada batas bernama pilihan. Pilihan untuk tetap bersikap waras, dari kegilaanku tentang dirimu yang tidak sempat engkau pilih. Lagi, harapan itu sangat rajin menyapa. Meski terlampau jauh untuk memaksa, agar hati ini kuat berdamai dengan [...]

Dimana ujung lelah ini?

Bagaimana jika hari ini kontrakmu dengan Tuhan sudah habis? Setiap pagi, kalimat yang paling sering membangunkan seluruh molekul tubuh adalah kalimat pengandaian jika seandainya hari ini adalah hari terakhir Allah mengizinkan raga berpijak. Maka segenap sel-sel pun akan ikut terbangun, bertasbih, dan bekerja dalam batas maksimal bahkan kadang melampaui batas. Cukup sederhana untuk menghirupkan ruh [...]

Dear Al

Dear Al, Sore ini gradasi langit senja terpantul di bilik matamu. Kulihat tatapanmu kosong, namun jelas kau sedang menikmati jingga itu. Maafkanlah jika kalimat spontanku mengusikmu.  "Jangan kau lihat langit itu", tanyaku. "Mengapa?", balasmu. "Langit itu tinggi dan indah, namun ia sama sekali tidak ada. Kau tak mungkin menjangkaunya.", kataku menghamburkan lamunanmu. Dear Al, Kau dan [...]

Maukah kau bersabar?

Maukah kau bersabar, untuk rindu yang tak kurencanakan? Sedari kau menumpahkan getir Suaraku tak pelak menunda petir Walau dadaku dipenuhi awan satir Rasaku masih tak lelah untuk mengalir Di lipatan jurang, aku menyembunyikan kebencianku. Padanya, padamu dan pada diriku sendiri. Jika kutanyakan lagi, pertanyaan yang sama Apakah amarahmu berubah dalam impulsi Atau hanya tertahan dalam bentuk [...]

Berdamai dengan perangai diri sendiri

Minggu ini saya terjebak, pada kepulan awan hitam yang saya undang. Betul, orang bodoh mana yang mengundang awan hitam? Sayangnya, saya berkehendak memanggil pelangi. Sehinggak konsekuensi demi konsekuensi adalah tanggung jawab pribadi. Minggu ini saya dibungkamkan, oleh segala pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Bukan berarti saya tidak tahu, memang saya lupa bahwa ketidaktahuan adalah [...]

Kau yang tak kukenal

Aku ingin berkenalan denganmu Jauh sebelum rindu belajar mencekik Jauh sebelum namamu bisa kueja dengan lantang Jauh sebelum aromamu melekat di ingatan Seperti nada yang kehilangan melodi Langkahku berirama ke arah datangnya gelap Disebelah sungai-sungai yang siap melenyapkanku                                   [...]