Pada damai yang memanggil

Lembaran ini kembali berdebu. Bukan karena saya tidak mampu mencumbui literasi. Ujung-ujung jari masih sama tergelitik untuk bercerita tentang nelangsa yang dimangsa oleh alam pikiran saya pada minggu-minggu terakhir ini. Damai. Salah satu dari banyak kesalahan dalam mengartikan damai adalah ketika saya menyamaartikan damai sebagai bentuk sunyi dan senyap. Beberapa sahabat memilih untuk berteman sunyi [...]

Perempuan yang kau sebut

Aku mendengar Ia telah menisankan ambisi di atas petak-petak tanah, Jauh sebelum kau menyebut namanya ia menutup tirai rapat-rapat, tanpa celah, namun selongsong cahaya terburu-buru menyerbu tersambut oleh binar matanya Perempuan itu membakarnya tak bersisa menjadi debu, di atas sembilu walau tak lagi sebentar, namamu kudengar hadir di sudut bibirnya sembari menghadiahkan sebagian, hingga seluruh [...]

Obituari Jarak

Petang ini tidak lekas berpulang Sedangkan ingatan semakin pandai merapal namamu Katamu, kau sedang singgah, sebentar saja agar jenuhku belajar membunuh dirinya selalu bertengger harapan darimu yang menjanjikan genggaman apakah kelak abadi dalam sangkar atau menjadi misteri yang tak berakar lagi lagi kau datang, menghadiahkan gurauan agar aku belajar tentang jarak, di waktu tulangku dipatahkan [...]

Ruang hampa

Lalu bagaimana jika upayamu mengendalikan spasi justru menjadi bentuk ketidakberdayaanku dalam mengisi ruang? Tidak ada ruangan yang kosong, hanya saja kita selalu terkalahkan oleh udara yang lebih dahulu mengisinya. Berbeda dengan ruang hampa yang sekuat tenaga mengosongkan sudut ruang. Naifnya, segala perumpamaan tentangmu tetap saja tidak sampai pada kata usai. Perumpaan sebuah ruang. Kadang sebuah [...]

Kesah dan Keluh

Pada malam yang senantiasa menyediakan gelap demi sebuah lelap. Salah satu seni dari menjadi tombak organisasi adalah jangan mengeluh. Kehadiran kita selalu menjadi oase bagi mereka yang menginginkan harapan dalam rangka menemukan tetes-tetes manfaat. Keluhan/rasa ingin mengeluh adalah tanda memanusiakan diri sendiri. Mungkin cara pengelolaan dan obyek yang dituju yang harus mengalami berbagai modifikasi, hingga sampai pada [...]

Surga yang ia juga rindukan

Dia adalah dimensi lain dari galaksi. Dia kembali menyandarkan kepasrahan yang sama di 1/3 akhir malam pekat. Tempat berlari dan kembali dari panas dingin siklus pagi, dan dari malam yang mencengkram jiwanya. Dia takut tertunduk pada dunia, pun tak berniat menundukkan dunia. Dia hanya ingin menggenggam dunia, agar tak dipasak kaki tangannya pada rutinitas yang membutakan. [...]

Tanda Tanya

Di balik jendela, ada tumpukan surat-surat yang tak sempat kukirimkan. Kualamatkan pada kekecewaanku dan kekecewaanmu yang saling berpulang ke raga dan namun saling berpeluk dalam fikiran. Tentang fikir yang tak bersambut oleh arah hati segudang tanya, segubuk tanda Kemana melabuhkan takdir yang terlihat tergesa-gesa menuliskan nama di pagar halaman? Hanya surat-surat yang bisa kukirimkan. Keringnya rasa [...]