Jas Putih 2

Tak terasa jas putih milik saya sudah mulai menguning. Mungkin karena terlalu sering dipakai tidur di sembarang tempat jika sedang jaga malam. Sudah setahun saya diberi kesempatan oleh Allah SWT. merasakan secara dalam tentang arti dari sebuah kehidupan serta arti dari sebuah kesehatan itu sendiri.

Tapi setelah setahun bersama rasa lelah yang bertubi-tubi menghantam tiap harinya. Rasa lelah yang tidak bisa membuat kita berfikir lebih jernih, bahkan tersenyum lebih lebar untuk menatap matahari. Sejatinya, rasa lelah ini haruslah dinikmati. Meskipun esok hari jelas tidak akan lebih mudah dari hari ini.

Satu hal saya menyadari makna dari sebuah pepatah umum yang berkata “Hidup ini bukan tentang menunggu badai selesai, namun tentang bagaimana menari dibawah hujan”. Saya baru mengerti setelah termenung beberapa hari, bahwa memang saya tidak punya pilihan lain. 5 tahun sudah terlewati dengan badai yang tidak mudah. Masih ada 10 tahun kedepan untuk badai badai selanjutnya. Namun apakah saya harus menggerutu menunggu badai ini selesai? Tentu tidak.

Saya lebih menyadari bahwa meskipun di tengah remuknya badan setelah jaga malam. Saya menyadari bahwa perjalanan ini sangat indah untuk dinikmati. Maka dari itu, saya memilih tetap menulis, seletih apapun hari yang terlewati. Karena menulis adalah bagian dari menari itu sendiri. Karena menanti badai ini berhenti adalah bagian dari kemustahilan.

#Day5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s