Perempuan yang kau sebut

Aku mendengar
Ia telah menisankan ambisi
di atas petak-petak tanah,
Jauh sebelum kau menyebut namanya

ia menutup tirai rapat-rapat,
tanpa celah,
namun
selongsong cahaya terburu-buru menyerbu
tersambut oleh binar matanya

Perempuan itu membakarnya tak bersisa
menjadi debu, di atas sembilu

walau tak lagi sebentar,
namamu kudengar hadir di sudut bibirnya
sembari menghadiahkan sebagian,
hingga seluruh patahan hidupnya,

dari perempuan
yang kau sebut namanya,
kelak di hadapan,
ayahnya

Makassar, 26 Mei 2017

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s