Ruang hampa

Lalu bagaimana jika upayamu mengendalikan spasi justru menjadi bentuk ketidakberdayaanku dalam mengisi ruang?

Tidak ada ruangan yang kosong, hanya saja kita selalu terkalahkan oleh udara yang lebih dahulu mengisinya. Berbeda dengan ruang hampa yang sekuat tenaga mengosongkan sudut ruang. Naifnya, segala perumpamaan tentangmu tetap saja tidak sampai pada kata usai.

Perumpaan sebuah ruang. Kadang sebuah ruang tidak dapat memberikan jarak yang cukup untuk  kaki kita  melangkah. Ataukah Ruang yang kau miliki tidak memiliki dimensi yang sama denganku? Atau kau sedang menantang kapabilitiasku mengisi ruang?

Entah. Pintu itu yang tak kulihat, atau kau sama sekali tak mengizinkanku mengetuk dan melangkah ke dalamnya.

Entahlah, mungkin ini yang dinamai ruang hampa.

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s