Tanda Tanya

Di balik jendela, ada tumpukan surat-surat yang tak sempat kukirimkan. Kualamatkan pada kekecewaanku dan kekecewaanmu yang saling berpulang ke raga dan namun saling berpeluk dalam fikiran.

Tentang fikir yang tak bersambut oleh arah hati

segudang tanya, segubuk tanda

Kemana melabuhkan takdir yang terlihat tergesa-gesa menuliskan nama di pagar halaman? Hanya surat-surat yang bisa kukirimkan.

Keringnya rasa menyambut gelambir nafasmu yang tak lagi hangat. Jika seandainya, kau bisa belajar percaya doa. Disitu ada aku. Hidup dari kerontang udara, yang berkarat menatap nanar, setia menanti tanda selanjutnya. Tanda jika kau segera berpulang, sebelum tanda tanya dalam suratku sempat kau jawab

Aku bertanya, adakah tanda yang bisa kau baca, dari puluhan tanda tanyaku?

Makassar, 28 Februari 2017

Iin Fadhilah©

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s