Dear Al

Dear Al,

Sore ini gradasi langit senja terpantul di bilik matamu. Kulihat tatapanmu kosong, namun jelas kau sedang menikmati jingga itu. Maafkanlah jika kalimat spontanku mengusikmu.  “Jangan kau lihat langit itu”, tanyaku. “Mengapa?”, balasmu.

“Langit itu tinggi dan indah, namun ia sama sekali tidak ada. Kau tak mungkin menjangkaunya.”, kataku menghamburkan lamunanmu.

Dear Al,

Kau dan senja tidak akan bisa bersahabat. Langit selalu menunjukkan kesementaraan yang indah. Jika jingga begitu merona mengapa ia terlalu sebentar?, jika biru begitu anggun mengapa ia pun tak memiliki seluruh waktu?, dan jika hitam memang menakutkan lalu mengapa tuhan menebar bintang-bintang di antaranya?

Dear Al,

Bisa kau jawab pertanyaanku? Kau boleh mencintai senja, namun sejatinya itu menyakitimu. Seiring tergelincirnya matahari, maka tenggelam pula rasa bahagiamu. Aku tak sedang mengajarimu mencintai biru langit, karena toh ia hanya pantulan dan sisa-sisa ketidakmampuan cahaya menembus atmosfir. Pun aku tak sedang menuntunmu untuk mencintai gelap malam, walaupun ia berbintang, kupastikan esok pagi kau kan merasa sedih karna langit subuh mulai menyamarkan cahayanya.

Dear Al,

Sore ini aku berbohong padamu, bahwa langit itu tidak ada. Aku ingin menghukum jiwamu yang hanya mencintai senja. Jika seandainya senja, biru langit dan gelap malam hanya kebohongan, masihkah kau percaya jika langit itu ada? Iya. Sesuai dugaanmu.

Dear Al,

Senja, biru langit, dan gelap malam hanyalah pantulan. Jika biru langit diibaratkan kebahagiaan dan gelap malam diibaratkan kesedihan, maka Senja adalah segala rasa yang kau peluk di dalam hatimu. Lihatlah mereka berputar pada poros dan porsi yang sama.

Dear Al, taukah kau siapa  pemilik warna itu? Betul, pemiliknya adalah Langit. Langit yang telah Tuhan titipkan di hatimu. Langit yang menjadi ruang tanpa batas untuk bersabar menunggunya. Langit yang tak memiliki tiang namun tak bisa roboh sekencang apapun angin bertiup. Langit yang secara sederhana harus kau ketuk di 1/3 malam agar seluruh tentara langit datang membolak-balik hatinya untuk datang menuju dirimu. 

Makassar, 23 Januari 2017

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s