Leana Zivara

Karena ia mampu menciptakan keramaian. Ia menguasai fikirannya, tempat ia bermain dan tenggelam dalam imajinasi yang ia miliki. Dunianya dan seluruh yang dia inginkan. Sore ini ia akan bercerita tentang dirinya dan segala hal tentang sekelilingnya yang ia sukai. Ia akan memeluk semua yang ia sukai dan berhenti pada titik yang ia inginkan. Tak ada yang tahu kapan ia merasa lelah. Yang ia tahu, fikirannya dapat memecah keheningan dan perasaannya dapat menghanyutkan kebencian. Leana, fikiran, dan hatinya yang tak memilih bersatu.

Pada detik yang sama saat ia memutuskan, untuk kembali jatuh cinta, pada lelaki italia.

***

Ia pandai.

Pandai dalam segala hal.

Pandai menciptakan peperangan dan mendamaikan jiwanya sendiri. Ia tak pernah lupa untuk berbicara pada dirinya sendiri, menguatkan dirinya untuk mengikuti naluri serta mempercayai fikirannya. Fikiran yang selalu ia percayai memiliki variasi intensitas gelombang yang dapat memancar kemana saja, bahkan ke langit yang tertinggi. Serta naluri, tempatnya mengumpulkan surat-surat dari Tuhan. (Bersambung)

 

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s