Pembantaian ter-indah (Catatan Pengkaderan)

Apa yang terjadi setahun kemarin?

Tertawa kecil di dalam hati menjadi rutinitas favorit di sore hari. Membaca kembali catatan kecil  tentang pembantaian kecil kecilan hari itu. Pembantaian itu mereka gaungkan  sebagai Pengkaderan, pahit terdengar namun manis rasanya.

“Bagaimana pengkaderan itu?”

Hampir semua orang yang saya tanyai tidak bisa mendeskripsikan dengan jelas. Seorang sahabat yang mencoba menceritakan adegan demi adegan juga tidak mampu mencari diksi yang tepat untuk menjelaskan pembantaian ini. Tidak menjawab rasa ingin tahu, semua seakan sepakat untuk menjawab “ko rasa mi saja nanti”. Membuat rasa penasaran semakin menjadi-jadi.

Rasa excited saya untuk memasuki dunia kemahasiswaan merajai segala rasa takut yang sering dibisikkan orang-orang. Bukan dunianya yang menyeramkan, namun proses adaptasi yang butuh tekat dan kemauan untuk menerima serta berproses secara ikhlas.

Layaknya menunggu ayam betina bertelur. Untuk menjadi anak ayam, telur haruslah dierami terlebih dahulu. Butuh kehangatan yang berlangsung selama 21 hari untuk merubah sebuah bentuk menjadi bentuk lain. Pengkaderan sendiri memiliki tujuan untuk menambahkan dan mengubah nilai-nilai dalam diri seorang anak SMA menjadi nilai-nilai seorang mahasiswa. Butuh waktu yang panjang dan butuh ‘kehangatan’ tersendiri agar proses yang lama tadi bisa lebih dipersingkat.

Tapi terlihat panik dan tergesa-gesa. Banyak yang menginginkan proses itu berjalan cepat dan singkat. Wajar saja jika banyak diantara mahasiswa yang belum bisa mengikuti ritme kemahasiswaan dengan baik. Setiap orang memiliki level kemampuan adaptasi yang berbeda. Dan itu merupakan satu hal yang lumrah terjadi.

Pengkaderan kalian lebih mudah. Jika melihat kondisi global dari kacamata yang lebih makro, segala hal kini memang lebih mudah. Zaman bergeser dan nilai-nilai memuda, bisa kita saksikan dimana saja dan dalam bidang apa saja. Dunia kedokteran pun demikian, cara kita memandang penyakit infeksi pada zaman dahulu dan sekarang sudah berbeda. Semua dipermudah dengan lahirnya antibiotik. Jika hal besar bergeser, tak perlu heran jika hal-hal kecil juga menunjukkan perubahan.

Membela dan menolong teman. Siapapun tidak akan pernah tahu kapan kita akan meminta pertolongan pada orang lain. Oleh karena itu, menolong teman akan menjadi nilai yang sangat positif selama tidak dilakukan saat ujian 😀

Setahun menjalani Proses Pengkaderan menjadikan batin terasa sangat kaya akan hikmah. Tidak semua orang bisa menyambut hal baru dengan sangat positif dan sangat negatif. Saya pribadi memilih untuk tetap memfilter segala hal, memilah nilai-nilai mana yang penting, meneladani hal positif dari para senior saja dan ikhlas menjalani prosesnya meski hati tak jarang menggerutu.

Pengkaderan akan terus berlanjut hingga akhir

Proses, proses akan selalu berlanjut untuk mengevaluasi dan memperbaiki hal-hal yang perlu mendapat perhatian lebih. Bonsai yang indah tidak tercipta dari satu atau dua kali pangkas saja, namun ribuan kali dipangkas barulah ia menjadi tanaman yang memiliki estetika.

Dalam setiap proses akan selalu ada human error. Dan hingga hari ini saya masih menganggap bahwa kata-kata bersifat judgmental dengan nada yang menjatuhkan adalah bagian dari human error. Cukup lihat nilai-nilai yang hendak disampaikan dan jangan melihat packagenya saja, karena mungkin kesalahan bisa sering terjadi dalam membungkus sebuah nilai.

Proses akan terus belanjut sampai akhir. Meski pengkaderan formal telah berakhir justru menjadi awal dari pengkaderan informal. Sebagai mahasiswa, harus selalu diingat bahwa suatu hari kita akan terjun di masyarakat untuk menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Dan terjun di masyarakat akan menjadi ajang pengkaderan yang lebih memacu adrenalin.

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s