Mendefinisikan 2012

Belajar mendefinisikan 2012. Tahun yang benar-benar luar biasa. Menyimpan misteri tersendiri, menyimpan memori tersendiri dan menyimpan bait cerita yang tertulis abadi di dalam batin. Mari mengurai satu persatu.

Bahkan menyusun kata untuk menjelaskan bagaimana 2012 ini terasa…aaaah. Kata “Luar biasa” mungkin tidak begitu cukup  mendeskripsikan bagaimana menghadapi Januari hingga Desember yang terasa seperti roller coaster. Di tahun ini saya mencoba membuka, menalari, merasai, hingga menjejaki. Mempertajam indera ke-enam yang bernama naluri. Naluri yang menjadi indera penerima berita dari langit.

Tahun proses. Menghargai proses jatuh dan bangun, terkilir dan terpelintir, tertawa dan terbahak, menangis dan meringis, menari dan berlari, mencinta dan dicinta, mengukir nama-nama dari bulir-bulir memori bersama keluarga dan sahabat. Di pertengahan tahun ketika harus bernavigasi untuk hidup yang baru, memulai diri yang baru. Proses panjang yang lebih kompleks.

Tahun halilintar. Di sebuah tahun tentang segala rasa yang bercampur dan berkecamuk menjadi satu. Membontang-bantingkan rasa: senang, getir, pahit, manis, sedih, takut, kecewa, bahagia, cemburu, benci, gembira, marah, ragu, galau, dan segala perasaan bombastis yang cetar membahana. Segala rasa yang tergulung rapi oleh satu bahasa bernama senyum 🙂

Tahun kejutan. Berbagai kejutan-kejutan istimewa dari mereka yang mengitari kepala dan hati. Salah satunya di awal April, acara syukuran ulang tahun ke-17 dengan 300 jiwa keluarga dan rekan yang datang mendoakan. Ditambah kejutan dari sahabat-sahabat tercinta. Serta kejutan-kejutan yang tak terduga lainnya.

Tahun sibuk. Di awal tahun tugas-tugas keburengan sekolah yang menjadi prioritas utama sebagai “anak IPA”. Kompetisi menulis dan berbicara yang memakan tenaga dan perasaan. Deadline naskah berita sebagai jurnalis KeKer ataupun event organizer dadakan. Mengerjakan tumpukan berkas AFS dan tugas-tugas lainnya. Blogging untuk berbagi thought and feelings. Senang menjadi sibuk yang berguna, daripada menyampahkan tenaga.

Tahun navigasi. Navigasi sudut pandang dari A ke B dan dari C ke D. Sesuai dengan perjalanan hati ke benua ini. Harus diakui, Eropa mendidik dengan keras, sangat keras. Menampar mental tanpa ragu. Belajar banyak dari kesalahan. Belajar banyak untuk bangkit dan meninggalkan kebodohan yang tidak penting. Navigasi ke arah lebih baik, menjadi manusia yang lebih baik. Amin.

Tahun membuka hati. Untuk luka yang sempat tak ternamai, terbuka lagi untuk kali yang kedua. Terkadang harus terbuka untuk hal-hal yang tak terduga.  Sia-sia saja untuk percaya bahwa tidak ada yang sia-sia. Mungkin baris ini terlalu samar. Tapi hari besok masih samar. Yang samar belum tentu tak nyata.

Tahun yang tertutup dengan sempurna. Jari-jari terlalu terburu-buru mengetik huruf demi huruf. Karena hati dan kepala sering bertengkar dan  tidak selaras untuk menamai sebuah rasa ataupun suatu hal. Yang tertulis disini biarlah yang menjadi ‘halal’ untuk diketahui.

Intinya adalah menikmati segala proses. Menikmati dan menghayati. Mungkin kita terlahir dari rahim ibu hanya sekali. Tapi tanpa sadar, di setiap kali Allah membangunkan kita di pagi hari, bahkan di setiap waktu. Sebenarnya kita diberi kesempatan untuk lahir kembali. Melahirkan diri yang baru setiap harinya. Dengan semangat dan harapan yang baru. Seburuk apapun hari kemarin, besok masih menjadi kertas kosong hampa. Yang mari kita isi dengan warna.

Selamat datang 2013. Izinkan kulanjutkan kisah-kisah baru untuk hidup yang lebih hijau dan hati yang lebih lapang. Bismillahirrahmanirrahim.

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s