Buongiorno Indonesia (HARIAN FAJAR)

#Dimuat di Harian FAJAR Kamis, 8 November 2012

LAPORAN: Iin Tammasse
Italia

PEKANΒ 
kedua liburan musim gugur 15 Oktober lalu saya dan hostfamily berkunjung ke kampung halaman pembalap Valentino Rossi. Yap, Italia! Sebuah negara yang berbatasan langsung di sebelah selatan Swiss. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam dengan kendaraan mobil, akhirnya saya pun tiba di kota Milan atau Milano (dalam bahasa Italia) yang menjadi kandang dari tim sepak bola dunia terkanal AC Milan. Untuk memasuki wilayah Italia saya hanya menggunakan visa schengen yang memungkinkan saya untuk bisa masuk ke negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Meskipun cuaca sedikit tidak bersahabat dan suhu yang mendekati 5 derajat celcius, tapi sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan saya berjalan-jalan di kota yang terkenal sebagai salah satu kota mode selain Paris ini. Tidak jauh berbeda dengan tata ruang kota di Swiss, di Milan juga dipenuhi dengan bangunan-bangunan tua klasik khas Eropa.

Bersama hostfamily, saya mengunjungi gereja Katedral Duomo yang berada di Duomo Square atau alun-alun pusat kota Milan. Gereja Katedral Duomo ini merupakan salah satu bangunan terkenal yang menjadi simbol dari kota Milan dan juga merupakan gereja katedral terbesar yang bisa menampung kurang lebih 40.000 orang. Saya pun berdecak kagum melihat arsitektur gotik yang dibangun sekitar 700 tahun yang lalu ini.

Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga dibuka umum untuk para turis. Tidak hanya dari luar saja terlihat megah. Keadaan di dalam juga sangat mengagumkan, terdapat patung-patung para pendeta dan bangsawan serta lukisan-lukisan seni eropa klasik. Bahkan saya juga menemukan lukisan-lukisan karya pelukis ternama seperti Leonardo Da Vinci dan Picasso. Meskipun sedikit gelap dan remang-remang, namun terlihat anggun dengan cahaya matahari yang terselip di sela-sela ventilasi gereja.

Ada sedikitnya seratus menara yang menjulang tinggi di katedral Duomo ini. Tidak ingin hanya melihat dari jauh, saya pun mencoba naik ke atap Duomo untuk menyaksikan panorama Milan dari ketinggian. Para pengunjung diperbolehkan naik dengan lift atau dengan tangga. Karena alasan lebih murah dan sehat, saya pun memilih menaiki tangga yang berliku kurang lebih sekitar 250 anak tangga.

Setelah mengunjungi Katedral Duomo, saya pun berjalan-jalan menyusuri Galleria Vittorio Emmanuele II. Nah, di bangunan yang megah inilah pusat perbelanjaan di Milan dimana berjejer butik-butik dengan merek terkenal. Jadi memang tidak salah jika Milan dikatakan sebagai kota Mode. Disini pun saya banyak bertemu dengan turis mancanegara. Sedikit lelah berjalan-jalan, saya dan hostfamily pun singgah beristirahat di sebuah Kafe bernama Caffe’ Letterario. Kafe ini cukup terkenal di Milan. Hari pun menjadi sempurna dengan bersantai sejenak menikmati secangkir Cappucino hangat dan Tiramisu yang lezat asli Italia.

Di mata dunia, Italia juga memang sangat terkenal dengan kulinernya. Bahkan di Indonesia pun restoran-restoran dengan masakan Italia sudah banyak menjamur. Rasanya tidak lengkap jika saya tidak mencoba kuliner Italia langsung dari negara asalnya. Setelah menyusuri sepanjang jalan kota tua di Milan, akhirnya saya pun tiba di sebuah restoran khas Italia. Menu Pizza, Spagetti, Lasagna dan Canneloni sudah pernah saya cicipi di tanah air. Sehingga saya memutuskan untuk mencoba Gnocci yang masih terdengar asing bagi saya. Gnocci ini juga merupakan pasta yang terbuat dari terigu dan kentang dengan bentuk yang sedikit berbeda dengan pasta lainnya. Gnocci ini berbentuk bulat serta bertekstur lembut. Rasa dari Gnocci yang kenyal ini mengingatkan saya dengan onde-onde tawaro di Indonesia.

Setelah puas mencicipi kudapan Italia, saya dan hostfamily pun bergegas pulang kembali menuju Swiss. Pada liburan musim gugur ini, kami berlibur di sebuah holiday house di lembah Mesocco yang mana suasana countryside masih kental terasa, sapi-sapi yang memiliki lonceng dan rumah-rumah kecil pembuatan keju secara tradisional. Daerah ini terletak di Kanton Graubunden, daerah paling selatan Swiss yang berbatasan langsung dengan Italia. Wah, pokoknya kerennn bisa merasakan liburan di Italia.