Culture Shock (Harian FAJAR)

*Dimuat di HARIAN FAJAR Kamis, 20 September 2012

Oleh : Iin Tammasse

WAKTU terasa berjalan begitu cepat. Sudah hampir sebulan ‘hidup baru’ yang saya jalani di negara penghasil cokelat dan keju terbaik ini. Sudah hampir sebulan pula saya meninggalkan comfort zone saya di tanah air demi  mengikuti ‘kursus kehidupan’ yang tidak semua pelajar seumuran saya bisa merasakan.

Terjun langsung di suatu daerah asing dengan bahasa dan budaya yang kontras bukan hal yang terbilang mudah. Ya, culture shock. Inilah satu dari pengalaman terbaik saya di masa exchange year ini.

Salah satu culture shock yang saya temui dalam kebiasaan hidup masyarakat swiss adalah ketepatan waktu. Hampir tidak pernah ada kata terlambat ataupun ‘ngaret’. Karakter masyarakat Swiss sangat perfeksionis dan menghargai waktu, sehingga tidak salah jika negara produksi merek jam tangan terkenal Rolex dan Swiss Army ini dikatakan sebagai negara paling makmur dan sejahtera di dunia.

Transportasi umum seperti kereta api, trem dan bus kota sangat disukai karena selain sangat tepat waktu juga cepat dan bersih. Pengguna kendaraan pribadi juga tidak terlalu banyak. Itulah mengapa kondisi udara sangat bersih dan hampir tidak pernah terjadi kemacetan.

Tidak seperti di Indonesia yang dari Sabang sampai Merauke menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, di Swiss meskipun sangat kecil namun menggunakan empat bahasa utama yaitu bahasa Jerman, bahasa Italia, bahasa Prancis dan bahasa Romani. Karena saya ditempatkan di daerah yang berbahasa Jerman maka di bulan pertama saya dan siswa pertukaran pelajar lainnya diwajibkan mengikuti kursus Bahasa Jerman.

Setiap harinya saya berjalan kaki sekitar lima kilometer menuju tempat kursus. Rutinitas baru ini juga membuat saya merasakan culture shock karena di Indonesia jalan kaki belum terlalu membudaya. Namun sama seperti negara barat lainnya, jalan kaki adalah pilihan favorit karena selain praktis, murah juga sehat.

Uniknya, setiap pagi selalu ada petugas kebersihan yang membersihkan jalan raya sehingga jarang sekali terlihat debu beterbangan. Satu lagi hal yang membuat saya kagum adalah pejalan kaki sangat dihargai di sini. Jika hendak menyeberang jalan, pengemudi kendaraan akan lebih dahulu berhenti dan mempersilahkan pejalan kaki menyeberang.

Meskipun negara kecil yang terletak di jantung benua Eropa ini tidak memiliki laut, tapi dengan mudah kita dapat temukan danau kecil yang indah. Di sini saya pun tidak pernah merasa kehausan, karena di setiap sudut kota pasti tersedia air minum dari pancuran-pancuran air yang bersih dan gratis. Berbicara soal kebersihan jangan ditanya lagi. Warga Swiss sangat prihatin terhadap lingkungan hidup. Sumber energi yang merusak lingkugan sangat dilarang keras.

Pada pekan ketiga saya disini, AFS yang merupakan organisasi pertukaran pelajar yang saya ikuti mengadakan orientasi kepada seluruh peserta. Orientasi saya bertempat di kota Wallisellen di Kanton Zurich. Saya bertemu teman baru dari berbagai negara lain seperti Bosnia, Venezuela, Amerika Serikat, Rusia, Brasil Chili, Mexico, Bolivia, RRC, Thailand, Italia, Jepang, Rep. Ceko, Finlandia dan banyak lagi.

Di hari terakhir orientasi seluruh peserta membuat Zopf atau roti tradisional khas Swiss yang dikonsumsi hanya pada hari minggu. Orientasi ini sangat berkesan dan bermanfaat karena bertujuan menetralisir culture shock yang baru kami alami serta belajar kebiasaan hidup masyarakat Swiss. Bertemu banyak orang dan hal-hal baru mungkin membuat culture shock dalam arti positif, namun inilah yang akan membuat kita menjadi lebih open minded dan lebih bijaksana memahami perbedaan. Semoga!

Author: Iin Fadhilah

Close

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s