Leana Zhivara (1)

Rasanya ingin mendengar sekali lagi. Alasan yang tak ingin kudengarkan. Sore itu, ketika menarik nafas di antara hati yang sudah tidak menemui bentuk. Remuk. Sore itu, setelah menunggu pesan singkatmu sejak malam sabtu. Tak ada yang amunisi asumsi yang mampu kukeluarkan. Seperti menemui jalan buntu. Segala gerakanmu dalam sekian waktu berbalik akut dan tidak bisa [...]

Breaking bad news: sebuah pelajaran

Breaking bad news adalah salah satu skill yang sedang saya coba latih dan pelajari. Beruntungnya seorang senior sangat bijak memberi saya ruang untuk belajar hal tersebut. Beberapa hari yang lalu saat saya terbangun di suatu subuh, seorang teman sejawat sedang terburu-buru membuka bungkusan handscoen. Sebagai simbol kepekaan, saya mendekat dan bertanya untuk apa gerangan. Rupanya pasien yang [...]

Kau dan waktu

Kau dimiliki waktu Saat diantara kita ada sekat yang semu Mungkin hari ini akan jauh lebih biru, tanpamu Boleh kutuangkan rasa cemburu Pada waktu, Yang senantiasa menyembunyikanmu Pada waktu, Yang belum mengizinkanmu pulang sore itu Kelak perjumpaan kita tidaklah sama Aku dan cerita nelangsaku Telah kuhamparkan di atas semesta Yang tidak terburu-buru berucap rindu Walau akhirnya Waktu [...]

Jas Putih 2

Tak terasa jas putih milik saya sudah mulai menguning. Mungkin karena terlalu sering dipakai tidur di sembarang tempat jika sedang jaga malam. Sudah setahun saya diberi kesempatan oleh Allah SWT. merasakan secara dalam tentang arti dari sebuah kehidupan serta arti dari sebuah kesehatan itu sendiri. Tapi setelah setahun bersama rasa lelah yang bertubi-tubi menghantam tiap [...]

Jas Putih 1

Hari ini adalah hari yang panjang. Hampir setiap hari saya menghela nafas panjang setelah tiba di rumah, di titik ternyaman dalam hidup ini. Merebahkan lelah di atas kasur layaknya sebuah kemenangan ketika mengakhiri hari hari panjang di lorong rumah sakit. Lelah sudah berada di puncaknya dan terkadang terlelap hingga pagi menyambut. Begitu seterusnya, tiap hari, [...]

Belajarlah, rindu!

Aku ingin membiarkan rindu menenangkan dirinya. Sambil mengenalkannya pada lara yang menjadi sahabat paling karib saat ini. Di tepian mana lagi kita menepi. Mencoba berbaur dengan nelangsa yang siap menerkam hari-hari nanti. Walau seberapa jauh kau mencoba membutakan langkah. Hati ini tetap tahu kemana harus berpulang. Bukan pada dirimu. Melainkan pada rindu yang telah mendewasa. [...]

Mengapa menulis?

Mengapa menulis? Pertanyaan ini senantiasa menjadi dilema untuk saya yang berada di lingkup generasi milenial. Saya teringat ketika menjadi seorang narasumber di sekolah dasar yang menjadi tempat saya menimba ilmu saat masih kanak-kanak. Seorang anak dengan berani mengacungkan jarinya untuk bertanya kepada saya. Setelah selesai, saya pun berbalik bertanya. "Dek, cita-cita kamu apa?" dan dengan [...]